Be the best leader for future 4.0

TEMA : SEMANGAT KEMERDEKAAN DAN PERSATUAN DALAM MELAWAN HOAX DEMI SUKSESNYA PEMBANGUNAN SERTA KEPEMIMPINAN NASIONAL 5 TAHUN KEDEPAN

Hai teman-teman semua, gimana nih perayaan HUT RI yang Ke-74 di lingkungan sekolah ataupun di lingkungan sosial kalian ? pasti semarak ya, apalagi lomba 17-an itu pasti seru-seru, karena semua yang main tidak mementingkan predikat pemenang tetapi kerja sama dan kebersamaan ya.    Sekarang tahun 2019, dimana kita harus mempersiapkan mental, modal, fikiran dan yang lainnya untuk masuk ke dalam industri 4.0. Kita tidak bisa menghindar, kenapa ? karena mau tidak mau kita harus terjun ke dalamnya. Di era globalisasi seperti sekarang, semuanya mengikuti trend zaman, mulai dari cara berpakaian, pembangunan, transportasi bahkan pekerjaan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya saat ini ada di sekeliling kita.
Tahun ini, Indonesia genap berumur 74 tahun. 74 itu bukan hanya kuantitas dari suatu hal. Tapi, kuantitas ini didapatkan dari perjuangan pahlawan dan masyarakat Indonesia terdahulu. Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus mempersiapkan diri kita agar siap menghadapi era globalisasi di era industri 4.0. Nantinya akan banyak sekali tantangan yang harus kita hadapi. Kita harus menggunakan problem solving  yang tepat. Problem solving yang tepat merupakan cerminan kepemimpinan dari suatu bangsa. Kepemimpinan tidak hanya sekedar memerintah, membuat peraturan, dan hukuman. Pemimpin yang baik tidak hanya melakukan 3 hal diatas. Mereka menjadi pemimpin sekaligus pekerja. Ibarat kata, menjadi ketua di suatu organisasi, walaupun tugas sudah dibagi sama rata, si ketua ini tetap membantu rekan-rekannya bahkan memiliki tugas yang lebih dari rekan-rekannya.
Sebagai warga Indonesia, pentingya nasionalisme dan patriotisme ditanamkan di dalam tubuh kita. Untuk membangun suatu negara, membutuhkan SDM yang unggul. Sesuai dengan tema perayaan HUT RI yang ke-74 “SDM Unggul Indonesia Maju” Dengan SDM yang unggul, Indonesia bisa maju. Bagaimana caranya agar SDM di Indonesia unggul. Belajar dengan sungguh-sungguh, ikhlas, tekun, dan tetap konsisten kunci utamanya. Dengan itu kita bisa bersaing dengan negara lain tanpa adanya keraguan sedikitpun.
Zaman yang serba modern ini tidak lepas dari yang namanya internet, medsos, smartphone dan lainnya. semua orang di seluruh penjuru dunia bisa berbagi ceritanya melalui internet dan medsos. Hal ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dengan mudahnya memberikan berita bohong atau hoax. Dalam mengkaji hoax, seseorang biasanya acuh tak acuh dan tidak meneliti sumber informasi tersebut. Karena hal ini, banyak dari kita yang terpedaya. Hoax yang beredar saat ini pun tidak bisa disepelekan, apalagi kalau hoax yang menyangkut struktur negara. Kita sebagai bangsa Indonesia tentunya tidak ingin segala sesuatu yang menyangkut negara tercinta kita ini dijadikan bahan hoax.
 Bentuk semangat nasionalisme dan patriotisme dalam melawan hoax sudah banyak dibuktikan masyarakat Indonesia. Berprestasi dalam bidang masing-masing bukti nyata bahwa Indonesia memiliki SDM yang unggul. SDM yang unggul akan dijadikan acuan majunya suatu negara. Dalam 5 tahun kedepan persiapan SDM unggul tentunya menjadi prioritas. Dalam menyukseskan pembangunan NKRI yang kita cintai ini, peran penting ada di dalam diri kita masing-masing. Kitalah tokoh utama dalam suatu negara. Tidak akan terciptanya negara tanpa adanya penduduk. Pembangunan sudah pasti diikuti pertumbuhan. Oleh karena itu, kita perlu memerhatikan pertumbuhan apa saja yang ada di negara tercinta kita ini dan seiring pertumbuhan yang bagus akan terciptanya pembangunan yang bagus di masa depan. “Kitalah pemilik masa depan. Kita ambil hikmah dari sejarah dan kita buat sejarah.” seperti yang dikatakan kementrian pendidikan dan kebudayaan dalam pidatonya pada HUT RI Ke-74. Mari kita membangun NKRI tercinta dalam lima tahun kedepan dengan semangat nasionalisme dan patriotisme yang ada di tubuh kita dengan kepemimpinan yang baik dari SDM yang baik. Kita bisa ! MERDEKA !!!

Komentar

Posting Komentar